5 Teknologi Untuk Memudahkan Proses Belajar Mengajar


Banyak orang masih memperdebatkan haruskah teknologi dibawa kedalam kelas dan membantu proses belajar-mengajar di sekolah agar lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk dicerna. Sejak kita SD dulu, belajar di sekolah seringkali membuat kita bosan, maka yang ada di otak bukannya pelajaran, melainkan berapa lama lagi bel istirahat akan berbunyi.

Karena setiap orang memiliki kemampuan otak yang berbeda-beda, serta tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Sehingga dibutuhkan sebuah cara untuk bisa memberikan penjelasan agar semua siswa mengerti apa yang dimaksudkan oleh guru.

Saya masih ingat ketika saya duduk di bangku SLTP. Dari 30 siswa lebih yang ada di satu kelas, dalam sebuah sesi belajar mengajar hanya beberapa orang saja yang bisa memahami sebuah mata pelajaran dengan baik.

Hal itu membuat saya berpikir, dengan teknologi modern yang ada saat ini mengapa tidak jika kita mencoba memasukkan teknologi ke dalam kelas. Tentunya untuk membuat belajar-mengajar menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Contohnya, dari pada seorang guru menggunakan cara-cara tradisional atau manual, mengapa tidak jika mereka mencoba sesuatu yang baru seperti visual. Menghadirkan visual ke dalam kelas sehingga setiap murid bisa memahami dengan lebih jelas apa yang ingin di jelaskan oleh guru tersebut.

Ada 5 teknologi yang saat ini menurut saya bisa menjadi solusi permasalahan belajar-mengajar dalam bidang pendidikan.

  1. Gadget

    Gadget bisa berupa smartphone, tablet, atau laptop. Kita tahu bahwa sekarang hampir semua orang memiliki smartphone atau tablet. Dan saat ini bahkan siswa-siswa smp biasanya sudah banyak yang menenteng laptop. Jika digunakan secara benar dan dimanfaatkan dengan maksimal, saya pikir gadget yang mereka miliki dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik.

    Kita tidak perlu melakukan riset untuk tahu bahwa anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget, dari pada di depan buku mata pelajaran mereka. Jadi dengan memanfaatkan gadget yang mereka miliki, saya yakin ini akan memancing antusiasme mereka dalam belajar.
     
  2. Aplikasi

    Jika kita memiliki gadget seperti laptop, tablet, atau smartphone. Ada segudang aplikasi yang terdapat di app store masing-masing OS yang bisa kita download bahkan secara gratis. Ada ribuan aplikasi untuk edukasi yang terdapat disana. Dan sejauh yang saya tahu, semuanya sangat menarik, memiliki ide yang brilian, serta mudah dipahami.

    Membawa aplikasi edukasi yang menyenangkan ke dalam kelas bukanlah sesuatu yang tabu. Akan tetapi sebaliknya, dengan membawa aplikasi yang menyenangkan dan memudahkan pemahaman siswa perlu untuk dipertimbangkan.
     
  3. YouTube

    Mungkin anda merasa heran mengapa saya memasukan youtube ke dalam 5 aplikasi pilihan saya yang bermanfaat untuk proses belajar mengajar.

    Tapi tenang dulu, saya tidak akan membahas tentang konten youtube yang berisi review film, video clip atau video-video lucu.

    Akan tetapi sebenarnya Youtube memiliki banyak konten yang mendidik, serta memiliki banyak visualisasi yang mengajarkan bagaimana sebuah proses berjalan. Dengan melihat visualisasi secara langsung, siswa tentu akan lebih mudah memahami apa yang diajarkan oleh gurunya.

    Dan Tentu saja konten yang akan ditampilkan di depan murid harus terlebih dahulu dipersiapkan oleh seorang guru itu sendiri. Nah, dengan bantuan video dan visualiasi segalanya akan lebih menarik sehingga siswa dapat memahami dengan lebih baik.
     
  4. Social media

    Sekarang, siswa mana yang belum punya akun di facebook atau twitter? Untuk pertanyaan ini, saya yakin sangat sulit untuk dijawab. Karena hampir semua siswa bahkan mereka yang masih SD atau SMP sudah memiliki akun di sosial media. Anak-anak, remaja, maupun orang tua menghabiskan banyak sekali waktu di sosial media.

    Jika hal ini dimanfaatkan dengan baik, contohnya seperti membuat sebuah fans page atau yang berisi teman sekelas dimana siswa bisa sharing pelajaran, tentu akan sangat membantu.

    Jika kita tahu bahwa sosial media sangat menarik minat para siswa, maka selayaknya kita juga bisa memanfaatkannya untuk memberikan pelajaran di luar sekolah. Sehingga, proses belajar-mengajar tidak lagi hanya terbatas pada ruang kelas saja.
     
  5. Email (surat elektronik)

    Coba bayangkan betapa mudahnya mengerjakan PR, mengumpulkan PR, serta memberikan PR kepada siswa dengan Email atau Surel (Surat Elektronik). Siswa yang banyak menghabiskan waktunya di depan gadget mereka tidak akan lagi memberi banyak alasan kenapa mereka tidak mengerjakan PR. kita tidak akan menemui masalah siswa yang lupa mengerjakan PR atau alasan buku mereka tertinggal.

    Dengan Email kita bisa mengoreksi dan memberikan penjelasan yang lebih banyak dibandingkan dengan mengerjakan PR secara manual.

Saya sangat berharap teknologi mulai dimanfaatkan dikelas untuk proses belajar mengajar. Karena kita sudah tertinggal terlalu jauh dari Negara-negara maju yang sudah terlebih dahulu membawa teknologi ke dalam kelas.